Home / Artikel / Society / Interview with Good Note ID Founders on Starting Their Business

Interview with Good Note ID Founders on Starting Their Business

by Melita Rahmalia Rabu, 26 Jul 2017 02:14 358 - Society

bg-reg

CeweQuat, kamu kepikiran pengen bisnis sendiri? Yuk, disimak dulu hasil interview CeweQuat dengan founders Good Note ID (Instagram: @GoodNoteID dan @katalog_goodnoteID) yang memproduksi buku-buku notebook dan planner lucu untuk berbagai kepentingan.

Sintya R (IG @sintyaaar) dan Atana Sarah (IG @atanasarah) adalah sahabat di bangku kuliah yang menghadapi masalah yang sama: sulitnya memiliki buku tulis yang benar-benar sesuai untuk mereka, baik dari segi desain, ukuran, isi, jenis kertas, ketebalan, dan tentunya harga. Atas dasar itulah mereka mencoba untuk mendesain buku versi mereka sendiri. Berdirilah GoodNote ID.

Kolaborasi keduanya sangat pas untuk berbisnis. Atana merupakan seseorang yang sangat menyukai dunia desain, dan mampu membuat desain menggunakan berbagai software, maupun manual seperti dalam bentuk doodle. Sedangkan Sintya adalah seseorang yang mendalami dunia marketing, sangat suka bersosialisasi dan membangun hubungan baru dengan pihak lain. Berdasarkan skill masing-masing tersebut, GoodNote dibentuk dengan Atana sebagai penanggung jawab produk, dan Sintya sebagai sebagai penanggung jawab marketing & relationship management. Saat ini GoodNote terdiri dari 2 anggota inti tambahan, yaitu Finka (IG @fin.er) sebagai penanggungjawab seluruh komunikasi GoodNote dengan pihak luar, dan Bibah (IG @bibah.wardah) sebagai penanggungjawab sales & marketing.

Kenapa memilih berbisnis buku, notebook dan planner di saat era digital seperti sekarang?

Kami melihat bahwa kebutuhan akan menulis tetap menjadi suatu kebutuhan sehari-hari bagi sebagian orang, termasuk bagi kami pribadi. Ada sekelompok masyarakat yang suka menulis dengan tangan pada media kertas, karena dirasa lebih personal, lebih mampu menyalurkan emosi, menjadi sarana untuk belajar, dan sifatnya lebih memorable, dibandingkan dengan menulis/mengetik pada media digital.

Penggunaan notebook yang dibuat dengan lebih personal dan didesain sesuai dengan kebutuhan spesifik penggunanya juga menjadi salah satu fashion statement bagi sebagian orang, terutama untuk orang-orang yang bergerak di bidang kreatif dan menyukai handiwork.

Atas dasar itulah, kami percaya bahwa industri ini tidak akan punah meskipun penggunaan media digital semakin tinggi, dan kami komit untuk terjun ke dalam industri ini.

Bagaimana proses pengembangan produk GoodNote ID?

Kami percaya bahwa kesuksesan sebuah produk ditentukan dengan kebermanfaatan produk tersebut bagi penggunanya. Oleh karena itu, user validation menjadi tahap development process yang paling krusial bagi kami.

Awalnya, GoodNote hanya menjual notebook custom satuan. Kemudian berkembang dan mulai mengeksplor variasi lain karena menginginkan sesuatu yang berbeda. Apalagi ternyata makin banyak kompetitor yang menjual produk sejenis.

Salah satu produk andalan kami yang terbit tiap tahun adalah Planner Book. Buku ini didesain untuk mengorganisir agenda dan target-target kita selama satu tahun. Jadi ada resolusi, monthly planner nya, daftar buku bacaan, tempat yang ingin dikunjungi, ditambah ilustrasi-ilustrasi, quotes, cerpen, dan fun facts yang jadi value tambahan tersendiri.

Ada juga produk yang diberi nama Trevi, hasil kolaborasi bersama brand Hibrkraft. Target penggunanya adalah mereka yang suka traveling karena desainnya simple dan cocok banget untuk dibawa kemana-mana.

Produk terbaru kami yaitu hampers/paket oleh-oleh kota Bogor yang isinya totebag, notebook, dan postcard. Rencana untuk ke depannya, GoodNote akan membuat produk serupa untuk kota-kota lain di Indonesia. Paket oleh-oleh ini didesain karena merasa variasi produk oleh-oleh Indonesia selain makanan kurang beragam, padahal Indonesia kaya banget. Apalagi semakin banyak wisatawan asing yang berkunjung, jadi bisa untuk promosi Indonesia juga :)

Ini semua berproses. Intinya kami melihat kebutuhan pelanggan, selalu mendengarkan feedback dari mereka dan terus inovatif untuk bikin notes yang sesuai untuk mereka. Kami rutin bikin survey dan user study untuk evaluasi produk dan menggali insight untuk improvement ke depannya atau untuk ide-ide produk baru. Dalam menciptakan suatu produk baru, kami bisa menghabiskan satu bulan lamanya untuk bertanya kepada calon konsumen kami mengenai detail produk yang diinginkan. Selain itu, kami juga membuat product benchmark dari kompetitor, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Bagaimana GoodNote ID mendapatkan modal kerja?

Di awal GoodNote berdiri, kami membuat sistem pre-order buku bagi para konsumen, dimana konsumen diwajibkan untuk membayar terlebih dulu bukunya sebelum diproduksi. Hal ini untuk mengatasi keterbatasan biaya yang kami miliki sebagai modal. Di awal perjalanannya, konsumen kami hanyalah orang-orang terdekat kami seperti teman, rekan kerja, bahkan keluarga kami sendiri. Namun jangan sepelekan mereka, karena dengan word of mouth dari merekalah kami bisa berkembang. Seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan kami mulai mendapatkan konsumen lain dan mampu mencicil berbagai alat-alat yang kami butuhkan untuk proses produksi.

Saran kami untuk yang ingin memulai bisnis adalah, gunakan kemampuanmu yang ada, dan jangan khawatirkan apa yang kamu tidak punya. Di awal kami berdiri, bisa dikatakan modal kami hanyalah kemampuan mendesain produk yang diinginkan konsumen, dan kemampuan untuk meyakinkan konsumen untuk mempercayai kami. Dengan terus mempertajam kemampuan kami tersebut, kami berusaha untuk disiplin & profesional untuk setiap order yang datang. Setelah itu, barulah klien mulai berdatangan dan keuntungan bisa didapatkan untuk digunakan sebagai modal bisnis.

Bagaimana kiat-kiat menghadapi tantangan yang muncul?

Tantangan dalam berbisnis tentunya sangat banyak, seperti kesulitan mendapatkan supply bahan baku, mendapatkan harga bahan baku termurah (pada kasus kami, perbedaan harga kertas dari supplier bisa menjadi hal yang krusial), kesulitan mendapatkan tenaga kerja produksi yang mumpuni, kesulitan untuk meyakinkan konsumen mengenai kualitas produk kami, kesulitan untuk memproduksi buku sesuai dengan keinginan konsumen, dan kesulitan untuk bersaing dengan kompetitor.

Tapi kami percaya, bahwa setiap masalah yang datang adalah untuk terus meningkatkan kemampuan kami. Setiap kali ada masalah, kami selalu berdiskusi dalam tim untuk mencari solusinya bersama. Tidak jarang, setiap anggota tim mencari solusinya masing-masing, bertanya-tanya ke pihak lain, dan survey masing-masing mengenai alternatif solusi, untuk kemudian barulah kami putuskan solusinya bersama.

Oleh karena itu, selalu lihat hambatan menjadi peluang, jangan pernah takut untuk dikomplain konsumen, jangan pernah takut untuk bertanya, jangan berhenti lakukan riset, dan bangunlah komunikasi yang baik dengan tim.

Bagaimana menentukan strategi marketing?

Strategi marketing yang kami gunakan adalah mencari best channel untuk pemasaran produk kami, yang tentunya bisa berbeda untuk setiap produk, disesuaikan dengan target konsumen yang ingin dituju.

Sebagai contoh, saat menjual produk Planner, kami mendekati dan berpromosi di channel-channel untuk anak SMA & mahasiswa karena produk ini banyak digunakan oleh kalangan pelajar, sedangkan saat menjual Trevi, kami mendekati dan berpromosi di channel-channel untuk para young traveler.

Target penjualan kami ditentukan di awal bulan dengan melihat pada kondisi yang ada (misal saat launch produk baru, tentunya target penjualan bulan tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya), dan sampai saat ini ratusan pieces produk GoodNote mampu tersebar setiap bulannya.

Siapa saja mentor yang telah membantu dalam perjalanan bisnis?

Experience is the best mentor. Dalam perjalanan bisnis ini, kami dapat banyak pengetahuan dan ilmu baru, bahkan skill baru, karena experience kami saat terjun langsung. Bisa tahu apa yang kurang, apa yang salah, dan apa yang sudah bagus dari pengalaman sendiri. 

Selain itu, kami juga suka membaca-baca buku atau artikel yang berhubungan dengan entrepreneurship. Kami juga beberapa kali mengikuti pelatihan-pelatihan dan pernah gabung di program pembinaan startup. Dari situ, kami banyak bertemu orang hebat dan bisa belajar dari mereka. Pelajaran yang paling melekat adalah validasi. Kalau bikin apapun, pastikan dulu target pasarnya ada atau tidak, kenapa mereka butuh produk kami dan mau membeli produk kami. Selain itu, penting juga untuk menemukan rekan kerja yang satu visi dan saling terbuka. Hubungan antar anggota juga harus dipelihara supaya tim-nya semakin kuat.

Mentor terbaik kami yang tidak kalah penting adalah konsumen kami. Kami sangat mengapresiasi setiap saran & masukan (termasuk keluhan :p) dari para konsumen, karena dari merekalah kami bisa terus berkembang menjadi lebih baik.

Apa saja tiga skills yang harus dimiliki seorang calon pebisnis?

1. Kedisiplinan pribadi – Setiap anggota tim harus memiliki kedisiplinan akan peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Dalam usaha startup dimana supervisi menjadi hal yang jarang untuk dilakukan, kedisiplinan masing-masing anggota menjadi syarat utama untuk terus maju.

2. Kemampuan bekerjasama dalam tim – Teamwork adalah faktor krusial dalam bekerja. Skill masing-masing anggota tidak akan berarti sepenuhnya selama tidak ada komunikasi yang lancar dalam tim.

3. Kemampuan menguasai teknologi – Pada era ini, kemampuan menguasai teknologi menjadi salah satu nilai tambah yang harus dimiliki dalam berbisnis. Teknologi hadir untuk memudahkan setiap proses bisnis yang ada.





0 Comment




Welcome to the community

CeweQuat adalah forum online dan komunitas perempuan. Di sini kamu tidak hanya berjejaring dengan ribuan perempuan hebat lainnya, namun juga dapat mengekspresikan karya - karyamu. Bergabunglah untuk menjadi perempuan berdaya!
  958
  26/03/2017

Top Member

Indy Sumaryo

33
Melita Rahmalia

31
Jastitah Nurpadmi

4
Ferni Annisa

3
Petty Fathia

2

NEWSLETTER