Home / Artikel / Others / Tips Pembicaraan Keuangan Untuk Kamu Yang Ingin Lebih Serius Berhubungan

Tips Pembicaraan Keuangan Untuk Kamu Yang Ingin Lebih Serius Berhubungan

by Melita Rahmalia Rabu, 28 Jun 2017 22:11 437 - Others

bg-reg

Ketika si dia sudah mengatakan ingin serius denganmu untuk mempersiapkan langkah selanjutnya, pastikan kamu berani memulai pembicaraan tentang keuangan. Permasalahan keuangan ini merupakan salah satu penyebab terbesar perceraian lho, jadi jangan sampai nggak enak untuk membicarakan hal ini dengan pasanganmu. Pastikan kamu berada di halaman yang sama dengannya untuk pengaturan keuangan. Inilah beberapa tips dari CeweQuat tentang pembicaraan pengaturan keuangan untuk kamu yang sudah ingin lebih serius berhubungan.

1. Jangan Tunggu Dia Yang Memulai

Yessi, 23 tahun, langsung mengambil inisiatif untuk membicarakan masalah keuangan dengan pacarnya, Aby, 26 tahun, ketika Aby mengutarakan ingin lebih serius dengan Yessi.

“Aku memulai percakapan ini karena melihat kakakku yang cerai dengan istrinya akibat pertengkaran karena perbedaan pendapat tentang keuangan. Banyak masalah tentang keuangan di rumah tangga mereka yang membuatku bertanya-tanya, lho, memangnya hal ini tidak dibicarakan sebelumnya? Oleh karena itulah aku memulai percakapan tentang keuangan. Banyak hal yang memang harus dibicarakan sebelum menikah,” ujar Yessi.

2. It Takes Two to Handle Financial Matters

Pacar Yessi, Aby, langsung menjawab bahwa ekspektasinya ketika menikah nanti adalah bahwa Yessi yang akan mengatur keuangan mereka. Sebab, ternyata ia mempunyai kebiasaan tidak terlalu bisa mengerem pengeluaran. Walaupun sebenarnya tidak perlu-perlu amat, Aby selalu memutuskan untuk membeli barang kalau ia sudah suka dan kepengen. Walaupun saat ini Yessi sering menegurnya, namun ia tidak terlalu mengekang karena statusnya yang saat ini belum menjadi istri. Aby pun meminta Yessi untuk bisa lebih tegas menegurnya jika nanti mereka sudah menikah dan ia masih bersikap seperti itu.

Selain itu, Aby dan Yessi saat ini juga secara rutin memberi uang kepada orangtua masing-masing. Yessi pun ikut membahas masalah ini. Jika mereka menikah nanti, ia meminta Aby untuk bisa memberi uang secara adil. Jangan sampai mereka memberi uang yang lebih banyak kepada orangtua Aby dan memberi lebih sedikit kepada orangtua Yessi.

Di lain pihak, Aby juga meminta Yessi untuk menyetujui keinginannya untuk tidak terlalu sering keluar bareng jika sudah menikah. Saat ini, pengeluaran Aby cukup besar untuk pergi bersama di setiap akhir pekan. Ia meminta persetujuan Yessi jika mereka menikah bahwa mereka cukup pergi dua kali sebulan saja.

 

Belajar dari Aby dan Yessi, walaupun cowok kamu sudah mengatakan bahwa ia ingin kamu yang mengatur keuangan, jangan menganggap itu sebagai “izin” untuk memperlakukan uangnya seenak yang kamu mau. Tetapi, setiap masalah harus dibicarakan terlebih dahulu, khususnya untuk hal-hal yang penting untuk kalian berdua. Jalan yang paling baik dalam pengaturan keuangan adalah tentunya, kamu berdua harus berada dalam persetujuan dan saling bisa kompromi.

3. Mulai dari Hal Kecil & Mulai Tunjukkan Komitmen dengan Tindakan

Aby dan Yessi saat ini sudah mengetahui setiap bulan pengeluaran apa saja yang mereka habiskan, barang-barang apa saja yang mereka beli dan berapa harganya, serta mulai berkomitmen dengan tujuan mereka dengan menabung sisa gaji untuk pernikahan. Saat ini, setiap bulannya mereka mulai sharing berapa banyak uang yang mereka tabung untuk persiapan pernikahan mereka. Untuk menikah pun mereka juga sudah mulai membicarakan dan keduanya setuju bahwa semua biaya pernikahan akan mereka tanggung semuanya secara berdua.

Yessi dan Aby bisa dibilang adalah dua orang yang beruntung karena mereka menemukan seseorang yang mempunyai nilai-nilai dan perspektif tentang keuangan yang kurang lebih sama. Mereka berdua adalah orang yang sangat menghargai kemandirian dan siap disiplin untuk mandiri keuangan dalam kehidupan mereka.

Jika kamu dan pasanganmu ternyata banyak memiliki perbedaan, jangan panik ya. Inilah salah satu pekerjaan rumah yang harus kamu lakukan. Tentunya, lebih besar kemungkinannya untuk kamu mempunyai pendapat dan pandangan yang berbeda dengan pasangan kamu. Walaupun begitu, kamu tetap harus menyelesaikan percakapan dan mencapai kompromi. Mulai saja dari hal kecil dan mulai tunjukkan komitmenmu melalui tindakan, bukan hanya dengan diskusi dan kata-kata.

4. Bicarakan Situasi Yang Belum Terjadi

Walaupun mungkin saat ini kamu tidak berencana untuk berhenti bekerja, ada baiknya kamu juga mendiskusikan bagaimana pilihan kamu ketika nanti sudah menikah dengannya. Apakah kamu harus berhenti bekerja? Bagaimana dengan uang yang akan kamu hasilkan jika kamu tetap bekerja? Jika kamu melahirkan anak, bisakah kamu berhenti bekerja? Jika prioritasmu adalah tetap mengembangkan diri lewat karir, apakah dia mau tetap menerima keputusan tersebut dengan baik? Jika kamu ingin mengubah haluan karirmu, bisakah dia tetap mendukungnya? Selain hal-hal yang saat ini sudah terjadi, bicarakan juga hal-hal yang belum terjadi, tetapi tetap mungkin untuk terjadi.

Seperti misalnya Yessi dan Aby, yang sudah mulai merencanakan bahwa setelah menikah mereka akan membuka joint bank account untuk keuangan mereka, di mana mereka masing-masing akan menaruh beberapa persentase pendapatan mereka di joint bank account tersebut. Selain joint bank account, mereka juga setuju untuk tetap mengatur sendiri beberapa persen pendapatan mereka untuk kebutuhan dan keinginan pribadi mereka.

Yessi juga meminta izin kepada Aby untuk tetap bekerja setelah mereka menikah, yang disetujui oleh Aby karena menurutnya jika Yessi tetap bekerja tentu lebih bagus untuk pengembangan diri Yessi.

Hal ini belum terjadi, namun mereka sudah mendiskusikannya dan mencapai persetujuan untuk melakukan hal tersebut jika kelak mereka jadi menikah.

 

 

Mengambil keputusan untuk saling serius tentunya akan menuntut kamu lebih terbuka dan lebih bersama-sama dalam setiap langkah yang diambil. Ini bukan lagi tentang hidup kamu ataupun hidup dia, melainkan hidup kalian bersama. Salah satu hal yang paling perlu dibicarakan tentunya adalah masalah keuangan. Hal ini akan menjadi salah satu filter apakah kalian bisa menjalani hubungan serius dengan baik. Pembicaraan tentang keuangan hampir sama pentingnya seperti pembicaraan tentang apakah kamu dan pasanganmu sama-sama ingin langsung punya anak setelah menikah nanti atau menunggu dulu. Namun, kamu juga harus ingat untuk sabar dan tetap menghormati keputusan, pendapat, dan perspektif pasanganmu dalam setiap pembicaraan tentang hal-hal penting ini. Tentunya nggak semua orang bisa langsung menentukan jawaban dan pilihan. Jangan lupa juga untuk pertimbangkan baik-baik apa jawaban dari pasanganmu serta apa konsekuensinya untuk hidup kalian berdua. Happy money talks, CeweQuat! 





0 Comment




Welcome to the community

CeweQuat adalah forum online dan komunitas perempuan. Di sini kamu tidak hanya berjejaring dengan ribuan perempuan hebat lainnya, namun juga dapat mengekspresikan karya - karyamu. Bergabunglah untuk menjadi perempuan berdaya!
  958
  26/03/2017

Top Member

Indy Sumaryo

33
Melita Rahmalia

31
Jastitah Nurpadmi

4
Ferni Annisa

3
Petty Fathia

2

NEWSLETTER