Home / Artikel / About Her / Mengenal Sosok Rohana Kudus, Perempuan Penggerak Di Masa Lampau

Mengenal Sosok Rohana Kudus, Perempuan Penggerak Di Masa Lampau

by Neni Yuslaini Rabu, 28 Jun 2017 11:55 609 - About Her

bg-reg

Hampir seluruh dari kita mengenal sosok Raden Adjeng Kartini sebagai sosok emansipasi perempuan di masa lampau, namun tahukah kalian kalau ternyata ada sosok perempuan yang juga sebagai penggerak emansipasi wanita pada saat itu dan dia merupakan pelopor jurnalis perempuan Indonesia? Perempuan berdarah Minang yang merupakan wartawati professional pertama tersebut memang hampir tidak dikenal oleh banyak orang namun perjuangannya untuk mengangkat derajat perempuan sangat luar biasa.

Rohana Kudus memang terdengar asing baik dikalangan perempuan Indonesia, masyarakat awam, maupun tokoh perempuan Indonesia zaman sekarang. Namanya juga tak seharum Kartini yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Ir. Soekarno pada 1964.

Namun Rohana Kudus memiliki perjuangan yang luar biasa sebagai penggerak perempuan. Di usianya yang baru memasuki 8 tahun Rohana memang sudah hoby membaca surat kabar atau koran “Berita Kecil”, aspirasinya pun muncul untuk bersuara lantang bahwa perempuan harus terdidik dan bersekolah. Selain itu Rohanapun juga sering mengajar baik kepada teman laki-lakinya maupun kepada teman perempuannya.

Rohana Kudus yang merupakan bibi dari penyair terkenal bernama Chairil Anwar ini adalah sosok perempuan yang sangat mandiri. Di usia yang ke- 24 tahun Rohana disunting oleh seorang notaris bernama Abdul Kudus. Rohana sangat beruntung karena suaminya sangat mendukung perjuangannya, hingga pada Juli 1911 Rohana berhasil mendirikan Kerajinan Amai Setia (KAS). Sebuah wadah untuk perempuan belajar membaca, menulis, berhitung sampai dengan keterampilan-keterampilan lainnya seperti menjahit dan menyulam.

Disamping itu Rohana Kudus juga aktif menulis artikel dan puisi, hingga pada tahun 1912 Rohana berhasil melahirkan surat kabar perempuan pertama di Indonesia “Sunting Melayu”. Surat kabar dimana pemimpin redaksi, redaktur dan penulisnya semuanya perempuan.

Pada tahun 1916 Rohana membuka “Roehana School” di Bukittinggi. Sekolah yang didirikan sendiri tanpa bantuan sponsor dari manapun dengan model yang sama seperti KAS.

Dis epanjang hidupnya Rohana terus mengajar sekaligus melanjutkan profesinya sebagai jurnalis perempuan dengan memimpin Koran “Perempuan Bergerak” menjadi redaktur koran “Radio” dan Koran “Cahaya Sumatera”

Rohana Kudus menghembuskan nafas terakhir pada 17 Agustus 1972 pada usia 87 tahun di Jakarta.

Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Roehana_Koeddoes





0 Comment




Welcome to the community

CeweQuat adalah forum online dan komunitas perempuan. Di sini kamu tidak hanya berjejaring dengan ribuan perempuan hebat lainnya, namun juga dapat mengekspresikan karya - karyamu. Bergabunglah untuk menjadi perempuan berdaya!
  958
  26/03/2017

Top Member

Indy Sumaryo

33
Melita Rahmalia

31
Jastitah Nurpadmi

4
Ferni Annisa

3
Petty Fathia

2

NEWSLETTER